Tatkala Rindu – Once Upon a Yearn

Kerinduan dalam pementasan Tatkala Rindu

Rindu sendiri mempunyai arti sangat ingin atau berharap terhadap sesuatu. Bahkan banyak orang yang mendadak galau karena menahan rindu. Tamimi Rutjita sebagi penulis naskah dan sutradara membuat pementasan Tatkala Rindu dari kegelisahan dia terhadap rindu. Ada rindu kepada sahabat, rindu kepada kebebasan, rindu kepada seseorang yang sudah tiada.
Ini menjadi pementasan pertama Kelompok Pojok dengan pembawaan teaterĀ  kontemporer . Adegan pertama sesorang muncul dan berbicara tentang rindu mengunakan bahasa Jerman. Lalu muncul seorang wanita , dia rindu kepada sahabatnya yang sekarang sudah tidak saling sapa. Lalu mereka bergerak kesana kemari dengan cepat dan menggambarkan kehidupan Kota Jakarta yang begitu cepat dan berisik. Muncul seorang wanita yang rindu akan kebebasan. Dia sibuk setiap hari untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk dirinya sendiri. Dan yang terakhir seorang wanita yang rindu kepada ayahnya yang sudah meninggal.
Semua kerinduan menjadi satu, karena pada dasarnya rindu itu adalah sebuah harapan dan keinginan yang ingin kita temukan. Apakah rindu sesedih itu?